


Dulu hidupku terasa seperti berjalan di lorong yang kosong dan dingin, meski di tengah keramaian. Aku terus mencari makna, namun selalu berujung pada kebingungan yang melelahkan. Hingga akhirnya, hidayah itu datang menyapa dengan lembut melalui untaian ayat Al-Qur’an. Islam memberiku tujuan hidup yang jelas.
Begitu aku bersyahadat dan memeluk Islam, beban berat yang selama ini menghimpit pundakku seolah luruh seketika. Ada rasa tenang yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata, sebuah kedamaian yang akhirnya membuatku merasa benar-benar ‘pulang’. Sekarang, setiap sujudku adalah cara terbaik untuk mengucap syukur atas cahaya yang kini menerangi setiap langkah hidupku.
Dulu aku memiliki segalanya: karier, harta, dan teman. Tapi setiap malam aku merasa hampa. Perjalananku mengenal Islam dimulai dari melihat akhlak seorang teman Muslim yang begitu tenang menghadapi ujian. Setelah mempelajari Islam, aku baru mengerti bahwa kebahagiaan sejati bukan pada apa yang kita miliki, tapi pada siapa kita menyembah.





